Perintah menjaga lisan dalam islam


Viral Media -  Pernah mendengar pepatah "mulutmu adalah harimau mu" ?.
Fenomena tersebut sering kita jumpai di tengah tengah situasi sosial baik masa lampau ataupun masa seterusnya (masa depan).



Allah SWT berfirman:

اِذْ تَلَـقَّوْنَهٗ بِاَ لْسِنَتِكُمْ وَتَقُوْلُوْنَ بِاَ فْوَاهِكُمْ مَّا لَـيْسَ لَـكُمْ بِهٖ عِلْمٌ وَّتَحْسَبُوْنَهٗ هَيِّنًا   ۖ  وَّهُوَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمٌ
"(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar."
(QS. An-Nur: Ayat 15)

Karena yang paling berbahaya dari seseorang itu adalah mulutnya.
Sebagaimana firman Allah.

Allah SWT berfirman:

"Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan......"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 191)

Meninggalkan berbagai kemungkaran adalah suatu keharusan, tetapi membuat orang lain tidak aman dan nyaman dari sebab khawatir keburukannya disebarluaskan orang lain adalah hal yang juga patut direnungkan dan diperhitungkan.

Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan bahwasanya orang yang tidak membuat rasa aman kepada orang lain, misalnya kepada tetangga, kerabat, teman atau lainnya maka ia adalah orang yang tidak sempurna keimanannya dan tidak akan masuk ke dalam surga serta mendapatkan kedudukan yang paling buruk di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana telah dituangkan di dalam beberapa hadits berikut ini,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam surga, seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”. [HR al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrad: 121 dan shahihnya: 6016, Muslim: 46 dan al-Hakim: 21. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih, lihat Shahiih al-Adab al-Mufrad: 89, Mukhtashor Shahih Muslim: 33, Shahih al-Jami’ ash-Shagiir: 7675, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 549 (II/ 82)].

Di dalam shahih al-Bukhoriy dari Abu Syuraih radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebanyak 3 kali, “Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman”. Ditanyakan kepada Beliau, “Siapakah dia wahai Rosulullah?”. Beliau bersabda, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”.

Sesungguh nya kita mengetahui bahwa lisan merupakan salah satu nikmat yang besar, Terdengar sepele memang, tapi disitulah letak cobaan atas anggapan kita yang menganggap menjaga lisan itu kurang begitu penting, padahal amat besar pengaruhnya terhadap yang positif maupun yg negatif dalam kehidupan seorang muslim.
Membahas tentang lisan ada satu nasehat yang sangat berharga dalam hal menjaga lisan, disampaikan oleh Rasulullah SAW dan menjadi tuntunan kita, sebagai mana hadis di atas yaitu “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendak nya berkata baik atau diam”
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Uqbah bin Amir berkata : aku pernah bertanya kepada Rasullah SAW, Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu? beliau menjawab, tahan lah lisan mu dan hendak nya rumah mu menyenangkan mu (karena penuh dengan dzikir dan mengingat Allah SWT) dan menangislah atas kesalahan mu (karena menyesal). (HR. Tirmidzi).


Perintah menjaga lisan memanglah hal yang tidak mudah, Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan merasa yakin bahwa Azab akan larangan tersebut memang ada, tidak sedikit pula persahabatan menjadi rusak. Adapun itu mulut bagai setajam pisau. Sehingga akan sangat sakit apabila terkena. atau bahkan bisa menimbulkan permasalahan yang lebih serius.

Sahabat dakwahsyariah marilah kita selalu menjaga lisan dari ucapan yg kurangbermanfaat seperti gibah, menceritakan keburukan orang lain maupun berbohong dan menfitnah. banyak berbicara yg tidak bermanfaat membuat hati menjadi keras, jika kita tidak mampu untk menjaga semua itu maka lebih baik diam, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang cerdas dalam berbicara yakni mereka yang dapat mengontrol lisan nya.

Wallahu a'lam bisshawab
Semoga kita terhindar dari yang demikian itu Aamiin ya rabb.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perintah menjaga lisan dalam islam