Viral Media - Sudah berapa lama Anda berumah tangga? Satu atau mungkin lebih dari lima belas tahun? Dalam perjalanannya, tentu saja kita mengalami pasang surut rumah tangga. Salah satunya adalah ketika tidak sepaham dengan pasangan kita. Lebih jauh lagi, kita bertengkar dengannya.
Ada macam-macam pertengkaran di antara suami istri. Ada yang diam-diaman. Ada juga yang sampai cekcok. Nah, ternyata ketika berselisih dengan pasangan, ada beberapa hal yang jangan sampai dilakukan oleh kita. Apa saja?
1. Berteriak dan membanting perabotan
Sering terjadi, saat istri marah, dia pun meraih apa pun yang ada di dekatnya dan kemudian membantingnya ke lantai. Jika iya, maka semua barang perabotan menjadi sangat mubazir.
2. Diam seribu bahasa
Sebagian istri yang sedang marah, merasa lebih baik untuk diam. Tapi diamnya ini juga kebablasan, sampai tak menegur suami hingga berhari-berhari. Faktanya, kebiasaan ini tidak menyelesaikan masalah. Yang ada adalah kemarahan terpendam. Dan hal tersebut bisa menjadi bom waktu yang kalau suatu saat nanti meledak, efeknya bisa sangat membahayakan. Juga bisa saja dalam periode diamnya istri ini, kemudian masuk perempuan lain (?).
3. Mogok masak dan ga mau beberes
Kalau lagi ada masalah, mood istri memang akan sangat jelek . Jadi malas buat ngapa-ngapain. Apalagi masakin suami, dan beberes rumah. Tapi kalau rasa marah dan sakit hati ini hanya dibawa berdiam diri, dibawa tidur, atau dipakai untuk melamun doang seharian tanpa melakukan apa pun, juga bisa merusak pikiran. Mengapa? Karena pikiran akan meliar ke mana-mana, dan akhirnya bisa saja mendramatisir keadaan yang sebenarnya. Maka kemudian akan timbul ide-ide negatif yang berbahaya.
Dengan tetap dibawa bekerja dan beraktivitas, maka perhatian kita setidaknya sudah teralihkan sedikit dari rasa marah dan emosi. Suasana hati pun bisa membaik, dan bisa jadi kan, dengan memasakkan makanan kesukaan suami, kita jadi akur lagi dan bisa duduk bareng membicarakan masalah yang terjadi?
4. Melampiaskan emosi pada si kecil
Jangan sampai melakukan ini pada anak. Masa karena marah sama suami, malah anak yang menjadi korbannya. Apalagi kalau si kecil masih balita ya, belum ngerti apa-apa juga.
5. Mengungkit yang sudah-sudah, apalagi yang sudah selesai
Ini juga merupakan kebiasaan buruk perempuan pada umumnya. Kalau marah, lalu merembet membahas lagi masalah-masalah yang sudah-sudah. Yang kemarin sudah selesai dan ditemukan solusi lagi pun jadi mentah lagi.
Ketika ada masalah dan harus berdiskusi dengan suami, fokuslah pada permasalahan yang ada saja, dan cari jalan keluar bersama. Jangan mengungkit kisah atau kesalahan yang lalu.
6. Curhat sembarangan
Ketika ada masalah, kita memang membutuhkan telinga untuk mendengarkan. Kita juga membutuhkan saran dan pendapat orang ketiga. Tapi sebaiknya, lihat-lihat dulu ya. Jangan curhat pada sembarang orang. Kita harus tahu dan kenal betul dengan siapa kita curhat, bagaimana wataknya, dan apakah dia berkompeten untuk memberikan saran. Kalau dia sendiri juga sering mendapat masalah dalam keluarganya, ngapain kita curhat pada orang tersebut? []
Ada macam-macam pertengkaran di antara suami istri. Ada yang diam-diaman. Ada juga yang sampai cekcok. Nah, ternyata ketika berselisih dengan pasangan, ada beberapa hal yang jangan sampai dilakukan oleh kita. Apa saja?
1. Berteriak dan membanting perabotan
Sering terjadi, saat istri marah, dia pun meraih apa pun yang ada di dekatnya dan kemudian membantingnya ke lantai. Jika iya, maka semua barang perabotan menjadi sangat mubazir.
2. Diam seribu bahasa
Sebagian istri yang sedang marah, merasa lebih baik untuk diam. Tapi diamnya ini juga kebablasan, sampai tak menegur suami hingga berhari-berhari. Faktanya, kebiasaan ini tidak menyelesaikan masalah. Yang ada adalah kemarahan terpendam. Dan hal tersebut bisa menjadi bom waktu yang kalau suatu saat nanti meledak, efeknya bisa sangat membahayakan. Juga bisa saja dalam periode diamnya istri ini, kemudian masuk perempuan lain (?).
3. Mogok masak dan ga mau beberes
Kalau lagi ada masalah, mood istri memang akan sangat jelek . Jadi malas buat ngapa-ngapain. Apalagi masakin suami, dan beberes rumah. Tapi kalau rasa marah dan sakit hati ini hanya dibawa berdiam diri, dibawa tidur, atau dipakai untuk melamun doang seharian tanpa melakukan apa pun, juga bisa merusak pikiran. Mengapa? Karena pikiran akan meliar ke mana-mana, dan akhirnya bisa saja mendramatisir keadaan yang sebenarnya. Maka kemudian akan timbul ide-ide negatif yang berbahaya.
Dengan tetap dibawa bekerja dan beraktivitas, maka perhatian kita setidaknya sudah teralihkan sedikit dari rasa marah dan emosi. Suasana hati pun bisa membaik, dan bisa jadi kan, dengan memasakkan makanan kesukaan suami, kita jadi akur lagi dan bisa duduk bareng membicarakan masalah yang terjadi?
4. Melampiaskan emosi pada si kecil
Jangan sampai melakukan ini pada anak. Masa karena marah sama suami, malah anak yang menjadi korbannya. Apalagi kalau si kecil masih balita ya, belum ngerti apa-apa juga.
5. Mengungkit yang sudah-sudah, apalagi yang sudah selesai
Ini juga merupakan kebiasaan buruk perempuan pada umumnya. Kalau marah, lalu merembet membahas lagi masalah-masalah yang sudah-sudah. Yang kemarin sudah selesai dan ditemukan solusi lagi pun jadi mentah lagi.
Ketika ada masalah dan harus berdiskusi dengan suami, fokuslah pada permasalahan yang ada saja, dan cari jalan keluar bersama. Jangan mengungkit kisah atau kesalahan yang lalu.
6. Curhat sembarangan
Ketika ada masalah, kita memang membutuhkan telinga untuk mendengarkan. Kita juga membutuhkan saran dan pendapat orang ketiga. Tapi sebaiknya, lihat-lihat dulu ya. Jangan curhat pada sembarang orang. Kita harus tahu dan kenal betul dengan siapa kita curhat, bagaimana wataknya, dan apakah dia berkompeten untuk memberikan saran. Kalau dia sendiri juga sering mendapat masalah dalam keluarganya, ngapain kita curhat pada orang tersebut? []
